banyak cerita telah terlewati, disakiti, dikhianati, bahkan di tangiskan hingga hati sakit, luka, perih dan sampai pikiran gila dan selalu tak tenang.
hati itu manjadi semakin perih jika kita disakiti oleh jiwa yang selalu menjadi inspirasi dan warnai kehidupan yang hitam putih ini.
memang manusia boleh merasakan tetapi tak boleh menghayati, namun hendak di kata apa, hati kupu kupu metamorfosa itu harus menangis, menghayati kehidupan yang selalu menyakitinya.
tiap tahun berlalu, ingin menghapuskan lara, tetapi bintang itu selalu merenung dan tak pernah bicara sampai tuhan membuatnya waktu tepat untuk mengoceh.
hati itu perih kembali kerena selalu tak bisa tersenyum dan selalu tersiksa oleh angkuhnya dunia.
kapan akan tiba waktu yang sesungguhnya ?, jiwa ini tak akan mau lagi jika waktunya tlah tiba, waktu untuk meninggalkan segalanya.
iya atau tidak . . .
apa hanya itu yang di butuhkan? alasannya tak dibutuhkan kah??
bingung dan hanya bingung yang menyelimuti hati . .
tak tau jawaban yang sebenarnya . . . .

0 komentar:
Posting Komentar